Jumat, 07 Februari 2014

Sejarah Kerajaan Sriwijaya

Sriwijaya

wichạy") adalah salah satu kemaharajaan bahari yang pernah berdiri di pulau Sumatera dan banyak memberi pengaruh di Nusantara dengan daerah kekuasaan membentang dari Kamboja, Thailand Selatan, Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa, dan pesisir Kalimantan.[1][2] Dalam bahasa Sanskerta, sri berarti "bercahaya" atau "gemilang", dan wijaya berarti "kemenangan" atau "kejayaan",[2] maka nama Sriwijaya bermakna "kemenangan yang gilang-gemilang". Bukti awal mengenai keberadaan kerajaan ini berasal dari abad ke-7; seorang pendeta Tiongkok, I Tsing, menulis bahwa ia mengunjungi Sriwijaya tahun 671 dan tinggal selama 6 bulan.[3][4]Selanjutnya prasasti yang paling tua mengenai Sriwijaya juga berada pada abad ke-7, yaitu prasasti Kedukan Bukit di Palembang, bertarikh 682.[5] Kemunduran pengaruh Sriwijaya terhadap daerah bawahannya mulai menyusut dikarenakan beberapa peperangan[2] di antaranya serangan dari raja Dharmawangsa Teguh dariJawa pada tahun 990, dan tahun 1025 serangan Rajendra Chola I dari Koromandel, selanjutnya tahun 1183 kekuasaan Sriwijaya di bawah kendali kerajaanDharmasraya.[6]
Setelah jatuh, kerajaan ini terlupakan dan keberadaannya baru diketahui kembali lewat publikasi tahun 1918 dari sejarawan Perancis George Cœdès dari École française d'Extrême-Orient.



Raja yang memerintah[sunting | sunting sumber]
Para Maharaja Sriwijaya[2][6]
Tahun
Nama Raja
Ibukota
Prasasti, catatan pengiriman utusan ke Tiongkok serta peristiwa
671
Shih-li-fo-shih
Catatan perjalanan I Tsing pada tahun 671-685, Penaklukan Malayu, penaklukan Jawa
Prasasti Kedukan Bukit (683), Talang Tuo (684), Kota Kapur (686), Karang Brahi dan Palas Pasemah
702
Shih-li-t-'o-pa-mo
Sriwijaya
Shih-li-fo-shih
Utusan ke Tiongkok 702-716, 724
728
Lieou-t'eng-wei-kong
Sriwijaya
Shih-li-fo-shih
Utusan ke Tiongkok 728-742
743-774


Belum ada berita pada periode ini
775
Sriwijaya
Prasasti Ligor B tahun 775 di Nakhon Si Thammarat, selatan Thailand dan menaklukkan Kamboja


Pindah ke Jawa (Jawa Tengah atauYogyakarta)
778
Prasasti Kelurak 782 di sebelah utara kompleks Candi Prambanan
782
Jawa
Prasasti Nalanda dan prasasti Mantyasih tahun 907
792
Jawa
825 menyelesaikan pembangunan candi Borobudur
840


Kebangkitan Wangsa Sanjaya, Rakai Pikatan
856
Suwarnadwipa
Kehilangan kekuasaan di Jawa, dan kembali ke Suwarnadwipa
Prasasti Nalanda tahun 860, India
861-959


Belum ada berita pada periode ini
960
Se-li-hou-ta-hia-li-tan
Sriwijaya
San-fo-ts'i
Utusan ke Tiongkok 960, & 962
980


Utusan ke Tiongkok 980 & 983: dengan raja, Hie-tche(Haji)
988
Se-li-chu-la-wu-ni-fu-ma-tian-hwa
Sriwijaya
Malayagiri (Suwarnadwipa) San-fo-ts'i
990 Jawa menyerang Sriwijaya, Catatan Atiśa,
Utusan ke Tiongkok 988-992-1003,
pembangunan candi untuk
 kaisar Cina yang diberi nama
cheng tien wan shou
1008
Se-li-ma-la-pi
San-fo-ts'i
Kataha
Prasasti Leiden & utusan ke Tiongkok 1008
1017


Utusan San-fo-ts'i ke Tiongkok 1017: dengan raja, Ha-ch'i-su-wa-ch'a-p'u
(Haji Sumatrabhumi
 (?)); gelar haji biasanya untuk raja bawahan
1025
Sriwijaya
Kadaram
Diserang oleh Rajendra Chola I dan menjadi tawanan
Prasasti Tanjore bertarikh 1030 pada candi Rajaraja, Tanjore, India
1030


Dibawah Dinasti Chola dari Koromandel
1079


Utusan San-fo-ts'i dengan raja Kulothunga Chola I (Ti-hua-ka-lo) ke Tiongkok 1079 membantu memperbaiki candi Tien Ching di Kuang Cho (dekat Kanton)
1082


Utusan San-fo-ts'i dari Kien-pi (Jambi) ke Tiongkok 1082 dan 1088
1089-1177


Belum ada berita
1178


Laporan Chou-Ju-Kua dalam buku Chu-fan-chi berisi daftar koloni San-fo-ts'i
1183
Dibawah Dinasti Mauli, Kerajaan Melayu, Prasasti Grahi tahun 1183 di selatan Thailand

Tidak ada komentar:

Posting Komentar